h1

2012/01/19

dengan segala kerendahan hati yang tersirat melalui status facebook,  jangan jangan tanpa disadari terselip tipu daya yang sangat halus…

h1

ah..

2012/01/11

sudah lama sekali rasanya tidak menulis tentang apapun, termasuk sekedar berkeluh kesah didalam tulisan online seperti ini dan pagi inipun ketika terbesit sebuah keinginan untuk menulis, yang ada hanyalah kebingungan akan menulis apa..? :) entah karena sibuk atau menyibukkan diri atau hanya sok sibuk, yang pasti didalam otak terasa kosong dan tak satupun ide yang muncul.. :(

dalam sebuah lagu yang berjudul 11 januari, salah satu band indonesia mengungkapkan keistimewaan hari ini dan akupun berharap bahwa hari ini akan berjalan sesuai dengan semua rencana yang telah kususun… ya semoga saja….

 

aha….

ujexx

 

h1

Ini ceritaku yang istimewa, mana ceritamu?

2011/09/09

Jogja istimewa, jogja istimewa! Sebuah kalimat pendek yang sangat umum kubaca dan kudengar kemanapun aku pergi kesetiap sudut kota jogja. Ada sedikit perasaan bosan ketika melihat atau mendengarnya, sedikit dikit istimewa.. istimewa, padahal kalo dilihat dari kotanya sendiri tak jauh beda dari kota kota lain atau mungkin malah tidak lebih baik dari kota lain. Lalu dimana istimewanya? Atau mungkin ada yang terlewat olehku sehingga tak menyadari keistimewaannya. Lama aku merenung dan memikirkan untuk mencari jawabannya.

Ok, sejenak mari kita lupakan segala sesuatu tentang keistimewaan Jogjakarta karena aku mempunyai cerita yang mungkin lebih menarik dan istimewa.

Disuatu pagi yang dingin selepas mengantar istri berangkat kerja, disudut lapangan ada sebuah warung kecil yang biasa disebut angkringan yang menarik perhatianku dan pastinya menyediakan racikan tembakau dan cairan penghangat yang sepertinya cocok untuk mengisi pagi hari yang sedikit berkabut. Tanpa pikir panjang, kuarahkan motorku kesana, setelah memarkir motor dan duduk, sebentar kemudian cairan hitam yang masih mengepul tersaji dimeja yang tak begitu bersih itu dan untuk melengkapinya, kuambil beberapa gulungan tembakau dan mulai menghisapnya.

Setengah jam kemudian setelah aku menikmati suasana keserhanaan kurogoh kantongku dan mengeluarkan dompet, ketika kubuka ternyata lembaran yang kumiliki terlalu besar untuk membayarnya. Dengan senyum penuh keramahan dan tanpa kecurigaan, seorang ibu penjaga angkringan tersebut berkata, ‘wah mboten enten wangsulane mas, mbenjeng mawon nak mampir malih’ (wah ngga ada kembaliannya mas, besok saja kalo mampir lagi). Beberapa saat kemudian aku meninggalkan tempat itu.

Hari demi hari berlalu dan dua minggu kemudian ketika aku melakukan perjlanan pagi yang sama, aku berniat untuk mampir dan menyelesaikan transaksi yang belum usai, tapi sayang, pagi itu tak kulhat ibu penjaga angkringan itu dan yang ada hanya meja kosong dan beberapa kursi panjang yang diletakkan diatas meja. Akhirnya kuputuskan untuk mencari tempat lain yang serupa, hingga sampailah aku disebelah toko bangunan, disitu terdapat angkringan yang kondisnya tak lebih baik maupun bersih dari angkringan ibu disudut lapangan. Seperti biasa aku memesan cairan panas yang hitam dan beberapa guluangan tembakau sambil bercakap cakap penuh suasana akrab. Kali ini penjaga angkringan adalah seorang bapak paruh baya yang ternyta salah satu pekerja ditoko bangunan sebelahnya. Setelah berbincang kurang lebih dua puluh menit baak tersebut melijhat jam tangannya dan kemudian seperti terburu buru berkata,’mas mengke dusukane teng mriki mawon, kulo kerjo riyen… bose galak!’ (mas nanti diletakkan disini saja, saya kerja dulu… bosnya galak!). belum sempat aku menjawabnya, ia sudah berlalu ketoko bangunan dimana ia bekerja.

Dalam hati aku hanya bergumam, ini kekoynolan kekonyolan macam apa? Coba kalian lakukan hal seperti ini ditempat lain, aku garansi, niscaya anda akan miskin tujuh turunan kecuali anda keturunan kedelapan yang masih memiliki peluang untuk kaya J.

Ini secuil cerita istimewaku, dan tentunya masih banyak cerita istimewa lainnya yang mungkin suatu saat bisa kuceritakan lagi. Aku yakin kamu semua pernah mengalami hal yang serupa.

Dilain hal banyak diantara kawanku yang telah pulang kekampung halamannya karena masa kontraknya telah habis dijogja karena umumnya mereka adalah pelajar yang setelah selesai masa belajarnya kemudian pulang kampung mengatakan kerinduannya pada saat saat dijogja, rindu dengan suasananya, rindu dengan kesederhaannya, rindu dengan keramahannya… rindu dengan istimewanya dan mungkin inilah jawabannya bahwa Jogja istimewa.

 

Yang sedang menikmati cairan hangat bersama kepulan asap,

ujexx

h1

tempat sederhana nan bermakna

2011/09/06

tempat sederhana nan bermakna, begitulah kira kira yang terlintas dikepalaku ketika melihatnya dan menikmati suasananya, jika dibilang mewah/hedon, tentunya tempat ini jauh dari kesan tersebut, jika dibilang mewah tentu juga bukan jika yang dijajakan disana masih sangat terjangkau oleh mahasiswa akhir bulan yang merana dan meratapi nasib serta menunggu aliran dana dari orang tua masing masing, jika dibilang bersih dan steril dari dilihat dari segi kesehatan tentu tidak juga.

mungkin disini kamu akan bertanya,’lalu apa istimewanya?’,

tentu jawabannya tak sesederhana judul tulisan membingungkan ini :) ,

kaping pisan : jika kamu berada diujung baik barat, timur dan utara negara ini, kamu harus merogoh kantongmu yang cukup lumayan jika kamu sebagai seorang mahasiswa :) , istimewa bukan?, atau masih kurang istimewa? baiklah akan kutulis sepenggal keistimewaan dari tempat ini dan untuk lebih lengkapnya, rasanya kamu wajib datang dan buktikan sendiri.. :)

kaping pindo : mungkin hanya akan kamu temui diyogyakarta, walau ada beberapa dikota lain, tapi aku yakin segala sesuatu pasti lebih istimewa jika langsung dari asalnya.

kaping telu : ditempat sederhana ini, banyak sekali hal hal tentang hidup, masalalu, kebijakan dan kesederhanaan yang terkadang tidak kita dapatkan baik disekolah maupun dirumah atau ditempat lain.

kaping papat : datang dan nikmatilah suasananya :)

sahabat angkringan anda,

ujexx lancelot

h1

dia

2011/08/19

Sesuatu yang tak terlihat bukan berarti tidak ada, bukan pula terlalu gelap sehingga tak terlihat, bisa jadi karena terlalu terang melebihi kekuatan mata sehingga tak mampu terlihat oleh mata, mungkin begitu juga dengan dia yang menggenggam segalanya yang keagungannya terang benderang melebihi semesta dan mata hati yang bersihlah yang mampu melihatnya… yang mampu merasakan kehadirannya.

h1

Kesengajaan sakit

2011/07/01

 “sakit yang tak pernah dapat terasa”
sebuah kalimat pendek yang membingungkan seperti biasa yang terdapat dalam kata yang kutuliskan, dan kenapa membingungkan tentunya bukan sebuah kesengajaan, tapi lebih karena keterbatasanku dalam memahami dan mengungkapkan kata menjadi sebuah kalimat.

Baiklah, untuk mempermudah memahami makna yang ada didalam kalimat pembuka tulisan membingungkan ini, mari kita ilustrasikan dalam sebuah contoh yang mungkin ada disekitar kita atau mungkin yang kamu rasakan saat ini. Dalam menjalani hidup, pernahkah sobat merasa jatuh, terluka, terhina, tak berdaya dan merasa dipermalukan oleh keadaan atau orang lain. Jika iya.. anggukanlah kepala kamu atau paling tidak mengiyakan dengan suara pelan dan hanya kamu sendiri yang dapat mendengarkan. Saat itu, saat kamu merasa terhina, tak berdaya dan dipermalukan terlintas sebuah tekad, sebuah semangat, sebuah kemarahan yang terpendam dan timbulah rasa ingin membuktikan sesuatu… ya.. sebuah pembuktian!. Pembuktian bahwa kamu lebih baik dari apa yang mereka katakan dan tuduhkan.

Sampai disini mungkin sudah ada gambaran tentang “sakit yang tak pernah terasa”,

Lah.. terus dimana sakitnya? Sakit apa maksudnya? Bukankah itu sesuatu yang positif, karena dengan begitu munculah sebuah semangat?

Ya.. memang benar! Dan akupun disini sedikitpun tidak untuk berusaha menyalahkan ataupun mengoreksi, aku hanya menuliskannya, setuju atau tidak semuanya kukembalikan pada kamu semua  :)

Baik, kulanjutkan, kata “sakit” diatas sebenarnya mengacu pada kata “pembuktian”.

Mari kita lihat disekitar kita, berapa banyak orang yang pontang panting dan mati matian dalam hidup untuk membuktikan sesuatu bahwa mereka bisa atas dasar dari sebuah “kekecewaan”, kekecewaan masa lalu yang memberikan semangat untuk melakukan sesuatu tanpa mereka sadari bahwa yang mereka lakukan atas dasar dendam yang dalam yang tak pernah terungkap dan saat itulah sebenarnya sedang sakit, sakit yang tak pernah disadari.

Diatas hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak contoh yang ada, seperti misalnya jika kita membicarakan orang lain tenting keburukan dan kelemahannya yang tidak kita sukai padahal pada saat yang sama kita sedang melakukan keburukan… kita sedang sakit, sakit yang tak pernah terasa…

Sekarang bandingkanlah dengan orang yang melakukan sesuatu karena memang mereka ingin dan butuh melakukan sesuatu, tentu ada perbedaan mendasar jika kita renungi semuanya.

 

Sahabat sakitmu,

Ujexx lancelot

h1

berTuhan atau Ritual?

2011/06/30

tulisan pagi yang penuh dengan kesombongan, keangkuhan dan kebusukan hati dan fikiran yang entah sampai kapan terus bersemayam, merasa diri lebih baik dan lebih suci tanpa perbuatan keburukan yang nyata tapi penuh kenistaan dalam hati. dan cukuplah sampai disini pembuka tulisan aneh ini.

ayo kemasjid sholat, ayo ke gereja, ayo ke pura dan masih banyak lagi ucapan ucapan serupa yang pada intinya mengajak pada kebaikan. setiap harinya tak kurang jumlah manusia yang bersujud yang mengadu pada Tuhan, yang menjadi pertanyaan adalah.. benarkah dengan penuh kekhusukan berseru pada tuhan, atau hanya sebatas ritual.. yah ritual!. ritual yang membuatnya terlihat baik dimata manusia.

pelecehan, selingkuh, perampukan, penipuan dan lain sebagainya kian hari kian marak yang kesemuanya dilakukan oleh orang yang mengak berTuhan… entah Tuhan yang mana?

masih pantaskah menyebut diri dan merasa mengenal Tuhan? atau hanya bangga dengan ritual-ritual atas nama Tuhan?


sahabat pagimu,

ujexx

h1

A New Beginning

2011/02/25

“inovasi tiada henti”, begitulah kira kira slogan sebuah merk motor asal jepang, tapi itu adalah merk motor tapi aku tetaplah aku dengan segala keakuanku.. :) , hasrat hati sebenarnya ingin berinovasi tapi apalah daya…

aku hanya mampu berkata,‘sampai jumpa disana sobat’


A New Beginning

 

 

sahabatmu,

ujexx

h1

perjalanan sejalan

2011/01/18

“pada suatu hari yang cerah dua insan yang saling memadu kasih berjalan bergandengan tangan menyusuri padang ilalang dan rumput yang menghijau, cuacapun sepertinya sangat bersahabat tatkala mentari seakan malu malu untuk menampakan wajahnya dan anginpun berhembus perlahan mengiringi setiap langkah kaki mereka.

semakin lama mereka berdua semakin jauh, masuk kedalam padang ilalang dan sampailah pada sebuah kaki bukit yang tak begitu tinggi, mereka sepakat untuk mendakinya, tak lama kemudian mereka pasangan muda itu sampailah pada puncak bukit, duduk berdua dan menikmati hamparan hijau yang membentang dihadapan mereka… mereka tertawa, mereka bercanda dan merekapun bahagia…”

Renungkanlah sejenak dan bayangkanlah mereka itu adalah kamu sobat…

sudah?

Jika sudah, tanyakanlah pada dirimu kenapa mampu tertawa, kenapa mampu bercanda dan kenapa meraih bahagia.

Tanpa bermaksud menggurui, walau sebenarnya dengan kata tanpa bermaksud, jika diresapi lebih dalam sangat bermakna menggurui sebagaimana kata tidak, yang lain yang berarti iya, misalnya ‘bukan bermaksud sombong seh…. ‘ jika diresapi, maka artinya sama dengan sedang menyombongkan dirinya sendiri (setidaknya itu pendapat pribadiku saja)

Baiklah, kembali kepertanyaan awal kenapa?

Jawabnya adalah mereka berdua adalah teman seperjalanan yang sejalan. terdapat kecocokan diantara mereka berdua, apapun yang dilakukan salah satu dari mereka seolah mendapat jawaban iya dari yang lainnya dan begitu seterusnya dan sebaliknya.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan sebuah ide, gagasan, karya, metode dan lain lain ketika sesuatu yang berasal dari salah satu pihak dianggap cocok maka semuanya akan berjalan sesuai dengan harapan.

Lalu bagaimana dengan sebuah tulisan?

Sepertinya tidak jauh berbeda, tema, gaya bahasa, kalimat pembuka, kalimat penutup, isi dan lain lain. apapun yang kamu tulis baik yang berisi baik dan buruk, semuanya akan mendapat umpan balik yang terkadang sesuai dengan harapanmu walau terkadang tidak yang berupa sindiran, cemohan, hinaan, makian dan hal hal yang mungkin tidak sepaham denganmu. dan alasannyapun sangat sederhana seperti diawal tulisan ini, seperjalanan yang sejalan atau tidak, begitu juga dengan tulisan singkat ini :)

 

sahabat perjalananmu,

 

ujexx lancelot

h1

teko dan moncongnya

2010/12/15

hmm.. ibarat pisau mungkin blog ini sudah mulai berkarat karena sudah cukup lama tak pernah diasah lagi dan baru kali ini memiliki kesempatan untuk mengasah kembali, bukan karena sibuk atau hal hal lain yang menyebabkan tidak ada waktu untuk menulis.. tapi jika kukatakan ada sesuatu, memang ada karena sesuatu memang selalu ada.

mungkin sedikit tulisan ini masih ada sedikit kaitannya dengan “panah yang terlepas” yang beberapa waktu lalu sempat aku tulis di note facebook, tapi kali ini tidak akan membahas segala sesuatu yang terlepas apalagi menggunakan kata terlepas lagi dan  aku berjanji bahwa kata terlepas ini adalah kata terakhir yang akan ada dalam tulisan ini.

kali ini aku akan sedikit membahas masalah teko dan moncongnya… mungkin kata moncong agak kasar jika digunakan untuk manusia tapi untuk teko, mudah mudahan tidak dan seandainya terlalu kasar mohon dimaklumi.

bayangkan didepan anda saat ini ada sebuah teko yang berisi penuh…

sudah?

jika sudah, bayangkanlah anda menuangkan isi teko tersebut kedalam gelas…

apa yang anda lihat? air putih, teh, susu, kopi, sirup, bir, anggur?

silahkan anda membayangkan sesuai imaginasi anda, apa yang keluar dari moncong teko tersebut, jika anda membayangkan isi dalam teko adalah kopi maka gelas akan terisi kopi, jika anda membayangkan isi teko adalah air putih segar dan menyegarkan tentu yang akan dikeluarkan untuk mengisi gelas adalah air putih juga, kecuali anda seorang pesulap.. :)

lalu apa kaitannya teko, moncong teko, panah yang terlepas dengan kita sebagai manusia?

jawabnya pun singkat dan sangat sederhana

teko ibarat kita dan moncong teko adalah lisan kita, jika hati kita bersih sebersih air tadi maka ucapan yang keluar dari bibir kitapun akan bersih, benar dan menyejukkan bagi siapa saja yang mendengarkan tapi jika hati kita keruh sekeruh kopi lampung, penuh penyakit hati, iri dan dengki maka segala sesuatu yang kita ucapkan pun akan kotor, mencela, menghina, berkata kasar, menyakitkan dan lain lain

akan kita isi dengan apa teko yang kita miliki?
pilihan selalu ada :)

 

sedang membayangkan sebuah teko yang berisi,

ujexx lancelot

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.