Menapaki jalan sunyi seakan tak bertepi
Terkadang terasa lelah hati
Mencarimu kekasih

Terkadang kebimbangan juga menghampiri
Bertanya kepada sunyi
Dimana engkau kekasih apakah kau disana
Atau sesungguhnya kau telah disini
Selalu menemani kemanapun aku pergi

Akankah kelak kita berjumpa
Dalam puncak rinduku yang selalu kubawa

Belum terpikir untuk memberi judul,

Tulislah apa yang ada dikepalamu karena jika tidak, apa saja ide-idemu yang sangat luar biasapun akan berakhir percuma dan lagi siapa tahu idemu itu sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak, walau hanya masih sebatas ide saja…

Kurang lebih begitu yang pernah kubaca disebuah artikel yang entah apa judulnya dan entah siapa penulisnya.

Suatu kali aku pernah juga ditanya bagaimana caranya menulis dan kujawab, entah.. Aku tak tahu, akupun tak tahu bagaimana menulis yang baik dan benar apalagi yang bermanfaat untuk orang lain. Sepertinya tidak mungkin bisa tapi jika hanya menulis sesuatu yang aku lihat disekitarku mungkin aku sedikit bisa, tentunya dengan gaya bahasaku yang entah benar atau salah menurut aturan baku bahasa indonesia yang baik dan benar.

Nah bicara baik dan benar sepertinya aku ingat sesuatu yang diucapkan cak nun, bahwa baik dan benar itu tidaklah lengkap jika tidak disertai dengan indah.. Iya indah. Sebagai contoh sederhananya mungkin sholat. Mempunyai niat sholat tentu saja baik, kemudian jika dilakukan sesuai dengan aturan maka akan bertambah menjadi benar namun tidaklah lengkap jika tidak bisa dilakukan dengan khusu dan khusu inilah bentuk keromantisan antara makhluk dan tuhannya yang dalam hal ini mempunyai/menempati nilai keindahan…

Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain dalam kehidupan sehari-hari yang mengharuskan kita untuk baik, benar dan indah

Salam,

ujexx