oh.. nikmatnya bibir

Dingin dan merasakan nikmat dibibir, atau mungkin lebih tepatnya didagu sebelah kiri yang sejak dua hari ini merasakan sakit gigi yang amat sangat, mungkin karena sungguh dasyatnya sakit ini sampai terasa dibibir yang menyebabkan agak kaku, obatpun, entah sudah berapa jenis kucoba tapi sepertinya belum ada hasil yang bisa sedikit meringankan.

Entah hanya perasaan atau memang nyata adanya, badan terasa panas dingin dan pandangan sedikit berkunang-kunang, seolah mungkin agak mendramatisir tapi begitulah adanya…

membaca buku yang halamannya semakin kubuka semakin beratpun terasa hampa, berat secara isi tentunya, bukan secara bahasa, namun dengan buku bersampulkan warna favorit ini semakin membuatku sadar, ternyata aku masih menghirup nafas demi nafas dengan penuh kebusukan hati…

cukup sampai disini dulu, mungkin sedikit percikan air yang akan membasuh wajah ini mampu memberi kedamaian….

selamat malam,

ujexx lancelot

Advertisements

tugasku hanyalah menyayangimu
dan menjaga hati ini hanya untukmu
dengan sepenuh hati, aku akan slalu mencobanya

walau…

dengan segala kekerdilan jiwa ini
terkadang ku tak mengerti apa yang kau harap

tugasku hanyalah mengasihimu
biarlah segalanya kupasrahkan pada Tuhan,

untukmu bidadari waktu,

ujexx lancelot

Engkau bagai Yerusalem

Jika hanya membaca judulnya saja, tentu akan susah difahami apa sebenarnya yang ingin kusampaikan dalam tulisan yang mungkin akan selesai kamu baca dalam 90 detik ini.

Baiklah, akan kujabarkan apa maksud dalam kalimat, “engkau bagai yerusalem”, sebuah kota yang dianggap suci oleh tiga umat manusia, yaitu Muslim, Nasrani dan Yahudi.

Sebenarnya kalimat engkau bagai yerusalem yang ingin kutuliskan ini, terinspirasi dari film kingdom of heaven, dimana dalam film tersebut, Salahudin Al ayubi mengatakan “Nothing… but everything”, kalimat pendek yang sangat sederhana, yang dalam bahasa indonesia, kurang lebih artinya “bukan apa apa… tapi segalanya” yang  merupakan salah satu kalimat favoritku dari sekian banyak kutipan yang pernah kubaca.

Lalu apa istimewanya kalimat diatas?

Tenang sahabat, aku akan mulai memaparkannya 🙂
Dalam film tersebut “Nothing but everything” ditujukan untuk kota suci Yerusalem, tapi bagiku sendiri, kalimat ini khusus untuk bidadariku yang mungkin saat ini sedang terlelap dalam mimpi indahnya.

“Nothing but everything”,   mungkin parasmu yang cantik, tatapanmu yang indah yang mampu menggetarkan jantungku, kulitmu yang lembut bagai sutra… tetaplah kau bukan apa-apa… tapi saat kau menjaga hatimu untukku dan  memberi senyuman terindah diantara lelah hariku, kaulah segalanya, kau melebihi kesempurnaan bidadari syurga… 🙂

*dedicated for you, Bidadariku.


Yang terkadang menjadi malaikat, iblis dan ksatria,

ujexx lancelot