Nyoba Saja

Entah kenapa kok tiba tiba rasanya pengen nulis saja, iseng iseng buka playstore kok ada aplikasinya dan yang donwload banyak sekali. Sejenak berpikir pasti ini aplikasinya bagus. Ya sudah instal saja

Dan

Ini hasilnya…

Udah gitu aja

[Ruang Kosong]

Ruang kosong adalah ya ruangan yang kosong dan tak berisi apapun. Tak perlu berpikir panjang, tak perlu menerka-nerka, tak perlu menafsirkan dan lain sebagainya. Maka saya pastikan jika Anda secara tidak sengaja menemukan blog ini, Anda tak akan mendapatkan apapun. Bahkan sekedar hiburan pun tak ada di dalamnya apalagi sesuatu yang lebih bermakna.

Maka enyahlah! Dan lakukan sesuatu yang lebih bermanfaat.

belajar membaca?

Kalo cuma membaca apa yang terlihat oleh mata tentu saja semua orang yang mengerti baca tulis pasti bisa melakukannya. Karena sejatinya membaca sesuatu yang tak terbaca secara kasat mata membutuhkan latihan terus-menerus, membutuhkan ketekunan, membutuhkan ilmu.

Lalu membaca apa yang tak kasat mata itu?

Yang pasti bukanlah membaca tulisan dan lagi membaca tulisan hanyalah bagian kecil dari sebuah usaha untuk membaca sesuatu yang lebih luas dan lebih dalam dan mungkin saja lebih bermakna.

Yuk belajar membaca

Bantul, 16 Januari 2014

Terima Kasih

Sore itu hari sudah mulai gelap dan sengaja pelan sekali kususuri jalan itu. Cuma satu alasannya, jarum penunjuk bahan bakar motorku sudah di bawah huruf E. Jika terlalu besar rpm pasti akan semakin cepat habis bahan bakar motorku, begitu pikirku saat itu, tapi sayang ketika sampai disebuah perempatan yang ramai dan padat kendaraan yang kemungkinan mempunyai tujuan yang sama dengan, tiba-tiba mesin motorku mati.. Saat itu juga #*)(#*###”!/ «~ sedikit pisuhan yang keluar.

Tapi mau apalagi, misuh dari kuda sampai kusirnya, dari capres sampai pendukungnya tetap saja tidak akan merubah keadaan… Aku turun dari motorku, ketika lampu hijau menyala, dengan santainya aku berjalan disisi motorku dan tentu saja orang-orang dibelakang yang mungkin tidak tahu apa yang kualami atau mungkin sedang terburu-buru atau alasan-alasan lainnya seolah saling berlomba membunyikan klakson.. *##/’,!*:;!,*#” «~misuh lagi dalam hati.

Setelah berjalan kira-kira 200 meter tiba-tiba ada seorang pemuda yang tidak ganteng-ganteng amat, kurus, agak dekil dengan jaket agak kebesaran.. Ya seperti mahasiswa pada umumnya berhenti dan berkata, “mas, ayo saya dorong”, ga usah mas, paling di depan situ ada yang jaul bensin, “ga ada mas, saya biasa lewat sini kok”, okelah..

Singkat cerita, dia mendorong sepeda motorku dengan sebelah kakinya, mungkin ada kalo sekitar 1km dan baru kami sampai disebuah pom bensin… Aku berbelok dan diapun berlalu, hanya kata terima kasih yang kusampaikan petang itu…

Setelah sepeda motorku terisi bahan bakar, aku duduk sebentar di sudut pom bensin sambil beristirahat dan tiba-tiba aku teringat kejadian
Kira-kira 1 tahun yang lalu. Tepat di tempat pemuda itu menghampiriku, kira-kira 1 tahun yang lalu ada sepasang muda-mudi mengalami kecelakaan sepeda motor dan aku diberi kesempatan untuk menolongnya sebelum orang-orang berhenti dan ikut menolong mereka berdua…

Sambil masih duduk, aku tersenyum sambil berkata dalam hati… Oh Ini ya….


Aku tak tahu namamu wahai pemuda, tak tahu alamatmu dan akupun ga yakin kamu akan membaca tulisan acak-acakan yang tak sesuai kaidah bahasa yang baik dan benar ini, tapi.. Dari sini, aku ucapkan terima kasih setulusnya, aku doakan, semoga engkau selalu mendapat kebaikan dalam perjalanan hidupmu…

sekedar berbagi saja

Beberapa minggu berkutat dengan wordpress baik dengan kesulitan, kerumitan, kenjimetan dan tentunya kemudahan-kemudahannya jadi terpikir untuk menuliskannya dan semoga tidak menjadi sesuatu yang keminter dan menggurui

Jadi, selamat datang kategori baru… Semoga menjadi sesuatu yang bersifat hanya untuk berbagi dan tidak menggurui..

WordPress…

Rejeki Transaksional?

Rejeki transaksional adalah jenis rejeki dengan kelas terendah.

Kurang lebih begitulah yang kutulis sebagai status facebook beberapa hari yang lalu, tentu bukan tanpa alasan menulis demikian dan yang pasti dengan kemampuanku yang terbatas sangatlah tidak mungkin ide itu muncul dari pikiranku sendiri, jika tak ingin disebut mengutip mungkin bisa disebut terinspirasi. Terinspirasi darimana atau oleh siapa, apakah itu penting? Atau lebih penting dari apa yang kutuliskan tersebut?

Dari apa yang pernah aku tahu ada beberapa jenis rejeki, benar atau salah silahkan dicari sendiri dalil, fatwa atau apapun sebutannya untuk mengiyakan maupun membantah apa yang kutuliskan itu.

Rejeki transaksional, dari sebutannya sudah jelas bahwa sumber rejeki tersebut merupakan hasil dari transaksi, transaksi yang seperti apa? Ada banyak contohnya, misalnya rejeki dari hasil transaksi jual beli dengan harga yang disepakati, contoh lain adalah gaji yang diterima oleh para pekerja, gaji yang diterima adalah kesepakatan antara sang pemberi kerja sebagai pemberi gaji dengan pekerja sebagai penerima gaji. Pemberi kerja bisa saja pemerintah, perusahaan atau perorangan dan masih banyak contoh lainnya, selama rejeki didapatkan dengan cara kesepakatan antara kedua belah pihak yang mempunyai urusan termasuk kedalam rejeki transaksional.

Yang kedua, rejeki karena kebutuhan yang mendesak/terpaksa, misalnya ketika ada seseorang yang sangat membutuhkan uang dan dengan sangat terpaksa ia harus menjual sesuatu yang dimilikinya dengan nilai yang lebih rendah dari nilai barang/jasa yang ditawarkan.

Jika contoh diatas masih terlalu cair mari kita padatkan sedikit agar lebih jelas.

Bayangkan orang yang Anda sayangi tiba-tiba sakit keras, bayangkan Ibu Anda sakit, Anak Anda sakit, Istri Anda sakit, Suami Anda sakit… Bayangkan siapapun yang Anda sayangi sakit keras dan sangat memerlukan penanganan dokter sesegera mungkin. Sementara Anda tak punya uang untuk biaya berobat dan satu-satunya harta yang mungkin bisa menyelamatkan nyawanya adalah mobil kesayangan Anda, sementara mobil itu adalah harta satu-satunya yang Anda gunakan untuk menopang kebutuhan hidup Anda dan keluarga Anda.

Dengan berat hati Anda harus menjual mobil tersebut sesegera mungkin, karena Anda sudah tak punya banyak waktu lagi Anda terpaksa menjual mobil itu dengan harga yang sangat murah.

Bagi yang membeli mobil Anda mungkin itu sebuah rejeki karena mendapatkan harga dibawah harga pasar/ harga rata-rata. Tapi rejeki itu, rejeki orang butuh, orang terpaksa. Apakah itu sah? Apakah itu halal? Silahkan dicari sendiri data-data yang menguatkan maupun melemahkan.

Yang ketiga adalah rejeki berkah, rejeki yang mungkin nilainya tak besar tapi penuh dengan keberkahan, rejeki yang memberi kebahagiaan bagi penerima rejeki dan perantara pemberi rejeki. Mungkin juga bisa malah lebih besar dari yang semestinya…

Tanpa mengurangi rasa homrat dan tanpa bermaksud mengajari. Saya berikan sedikit contohnya.

Bayangkan Anda seorang pebisnis yang menjual barang. Suatu kali ada seorang pembeli yang sangat puas dengan pelayanan dan barang yang Anda jual. Karea merasa puas dengan apa yang Anda berikan, pembeli tersebut menceritakan pengalamannya berbisnis dengan Anda kepada teman-temannya, selain itu dia juga melakukan pembelian selanjutnya kepada Anda dan sebagai rasa terima kasih atas pelayanan Anda, dia memberikan uang melebihi dari harga yang Anda jual. Lebih itulah rejeki berkah… Keberkahan yang membahagiakan antara pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

Mungkin apa yang kutuliskan terlalu sempit, ketika bicara rejeki terlalu terfokus pada uang atau harta padahal rejeki sendiri ada banyak jenis dan macamnya, tapi pada prinsipnya jika proses mendapatkannya seperti contoh-contoh diatas mungkin bisa dikategorikan kedalam salah satu jenis rejeki diatas, matur nuwun.

Ujexx, Yogyakarta 27/8/2014

spontan saya menoleh, lalu?

Salam damai sedulurku semua, semoga keberkahan selalu bersama kita.

spontan saya menoleh dan saya sedikit terkejut karena ternyata yang menepuk pundak saya adalah…

sebelum saya jawab atau lebih tepatnya saya lanjutkan, pertama-tama saya ucapkan terima kasih telah berkomentar.
Kepada sedulur yang komentarnya tidak baik walau saya tahu itu hanya sekedar bercanda sebagai salah satu tanda peseduluran , saya doakan kepada Tuhan setulusnya, semoga yang masih jomblo/lajang/belum laku segera mendapatkan pasangan yang diidam-idamkan, yang rejekinya sempit dan susah semoga diberikan jalan rejeki seluas-luasnya dan penuh keberkahan, yang sedang bersedih semoga selalu diberi kebahagiaan, yang belum mempunyai putra-putri semoga segera diberikan keturunan yang baik dan berguna untuk masyarakat, dan semua kebaikan-kebaikan yang tak dapat saya sebutkan satu-persatu.
Sedangkan yang berkomentar baik, saya persilahkan untuk berdoa sendiri dan jika berkenan, doakanlah saya 
Kemudian untuk kelanjutan kalimat tersebut dengan sangat terpaksa saya meminta maaf karena sampai saat ini saya masih belum menemukan jawaban/lanjutanya, Insya Allah dilain kesempatan jika saya sudah menemukan jawabannya, akan saya jawab sesegera mungkin. Matur nuwun

 

ujexx,

Yogyakarta 26/8/2014