Terima Kasih

Sore itu hari sudah mulai gelap dan sengaja pelan sekali kususuri jalan itu. Cuma satu alasannya, jarum penunjuk bahan bakar motorku sudah di bawah huruf E. Jika terlalu besar rpm pasti akan semakin cepat habis bahan bakar motorku, begitu pikirku saat itu, tapi sayang ketika sampai disebuah perempatan yang ramai dan padat kendaraan yang kemungkinan mempunyai tujuan yang sama dengan, tiba-tiba mesin motorku mati.. Saat itu juga #*)(#*###”!/ «~ sedikit pisuhan yang keluar.

Tapi mau apalagi, misuh dari kuda sampai kusirnya, dari capres sampai pendukungnya tetap saja tidak akan merubah keadaan… Aku turun dari motorku, ketika lampu hijau menyala, dengan santainya aku berjalan disisi motorku dan tentu saja orang-orang dibelakang yang mungkin tidak tahu apa yang kualami atau mungkin sedang terburu-buru atau alasan-alasan lainnya seolah saling berlomba membunyikan klakson.. *##/’,!*:;!,*#” «~misuh lagi dalam hati.

Setelah berjalan kira-kira 200 meter tiba-tiba ada seorang pemuda yang tidak ganteng-ganteng amat, kurus, agak dekil dengan jaket agak kebesaran.. Ya seperti mahasiswa pada umumnya berhenti dan berkata, “mas, ayo saya dorong”, ga usah mas, paling di depan situ ada yang jaul bensin, “ga ada mas, saya biasa lewat sini kok”, okelah..

Singkat cerita, dia mendorong sepeda motorku dengan sebelah kakinya, mungkin ada kalo sekitar 1km dan baru kami sampai disebuah pom bensin… Aku berbelok dan diapun berlalu, hanya kata terima kasih yang kusampaikan petang itu…

Setelah sepeda motorku terisi bahan bakar, aku duduk sebentar di sudut pom bensin sambil beristirahat dan tiba-tiba aku teringat kejadian
Kira-kira 1 tahun yang lalu. Tepat di tempat pemuda itu menghampiriku, kira-kira 1 tahun yang lalu ada sepasang muda-mudi mengalami kecelakaan sepeda motor dan aku diberi kesempatan untuk menolongnya sebelum orang-orang berhenti dan ikut menolong mereka berdua…

Sambil masih duduk, aku tersenyum sambil berkata dalam hati… Oh Ini ya….


Aku tak tahu namamu wahai pemuda, tak tahu alamatmu dan akupun ga yakin kamu akan membaca tulisan acak-acakan yang tak sesuai kaidah bahasa yang baik dan benar ini, tapi.. Dari sini, aku ucapkan terima kasih setulusnya, aku doakan, semoga engkau selalu mendapat kebaikan dalam perjalanan hidupmu…

Advertisements