Biarlah …

Semalam, selepas sahur ntah kenapa ada keinginan yang besar sekali untuk melihat tayangan sinetron ramadhan yang menurutku pribadi tetap menjadi sinetron terkeren sepanjang masa, dibawakan dengan sederhana oleh para pemainnya dan sangat manusiawi tidak seperti sinetron remaja pada umumnya yang terlalu kaku dan sangat terkesan dibuat-buat. Para Pencari Tuhan, ya itulah judul sinetronnya, yang saat ini sudah memasuki cerita yang ke-empat, memang cerita yang disampaikan sudah tidak semenarik dibanding cerita yang pertama, tapi tetap saja memberkan warna yang berbeda dari sinetron yang menjamur ditelevisi nasional pada umumnya.

Continue reading

siapa dia *****.1?

Sudah terlalu banyak yang menduga duga siapa bintang lima (*****)?
bahkan ada yang sampai bertanya langsung, tapi tidak jarang juga yang mengartikannya bahwa bintang lima adalah nama seseorang yang sangat spesial buatku karena terlalu seringnya aku tulis distatus facebook dan bahkan sempat aku susun beratus-ratus batu kecil pada sebuah pantai, hanya untuk menghasilkan bentuk bintang berjajar lima.

tapi apakah jawabannya sesederhana itu?
tentu tidak sobat ….

you are always be my star,

ujexx lancelot

segelas teh dan telaga

Segelas teh dan telaga

Malam minggu yang untuk sementara nganggur, ngga ada salahnya untuk update tulisan, tapi seperti biasanya, jangan berharap tulisanku kali ini menghandung unsur tutorial atau wejangan-wejangan, bukan berati aku tidak suka tapi seperti sahabat-sahabat yang lain lebih tepat untuk menuliskannya, sedangkan aku, biarlah aku dengan tulisanku yang seperti air terus mengalir tanpa arah tanpa tujuan dan tanpa makna.

Hmm… bicara soal air, sebenarnya ada air hangat atau lebih tepatnya teh hangat disebelahku yang menemani tanganku merangkai kata yang tak jelas ini, tapi karena keruh oleh celupan teh dikarenakan medianya terlalu kecil, yaitu hanya sebuah gelas yang menyebabkan demikian dan sepertinya kurang menarik untuk dituliskan, ada baiknya kita membayangkan air tenang nan menyejukkan disebuah telaga yang sekelilingnya ditumbuhi pepohonan hijau yang rindang.

Sebentar… biar kunikmati hangat dan wangi teh ini…

ok sobat, saatnya melanjutkan kembali,

Tentu bukan tanpa alasan kenapa aku mengawali tulisan ini dengan kalimat “segelas teh dan telaga”.pernahkah terfikir bahwa segelas teh dan telaga itu adalah kita. ya kita! dan celupan teh adalah masalah yang selalu saja hadir dalam hidup kita selama kita masih bernafas, ketika kita hanya menjadi gelas, sedikit saja masalah hidup menimpa maka hati kita akan keruh layaknya air dalam gelas tersebut, tapi bayangkan jika kita menjadi sebuah telaga yang memiliki kelapangan jiwa dan kebersihan hati, berapa celup teh yang mampu membuatnya keruh?

Pilihan ada ditanganmu sobat, mau menjadi segelas air atau sebuah telaga yang luas… 🙂

Salam dan selamat bermalam minggu :),

ujexx lancelot

Cemburu???

“ingin kubunuh pacarmu
saat dia peluk tubuh indahmu…”

Pernah mendengar kalimat diatas sobat?
ya… penggalan kalimat singkat diatas adalah lirik lagu dewa 19 “cemburu”.

Entah harus kumulai dari mana menjelaskan arti kata cemburu, karena dengan keterbatasan kosa kata yang kumiliki, aku tak tahu pasti apa itu cemburu, namun yang jelas aku bisa merasakannya, itu saja yang kutahu…

Jika berbicara mengenai cemburu, ada satu hal yang pasti untuk dijelaskan, yaitu, “ada satu kebutuhan hati dan fikiran yang tidak terpenuhi”. dalam hal hal tertentu, cemburu adalah sesuatu yang positif, misal ketika ada seseorang yang mampu berbuat sesuatu lebih baik dari kita, maka wajiblah kita cemburu padanya dan setidaknya dengan kecemburuan itu kita berusaha untuk berbuat lebih baik dari dia.

Lalu bagaimana cemburu yang negatif, dalam hal ini tentunya cemburu yang tanpa alasan dan fakta yang bisa dipertanggung-jawabkan, dan dengan kecemburuan itu hanya akan menyakiti kamu sendiri dan orang lain.

Apakah ada obat cemburu itu? entahlah…
sampai saat inipun aku masih berusaha mencarinya, walau secara teori aku tahu persis namun dalam hal penerapan sehari-hari sepertinya aku masih terseok-seok, jangan pernah bertanya lebih dan memintaku menjelaskan apa yang tak kufahami sobat…aku tak tahu.

Aku tak tahu,apakah pantas dan wajar aku cemburu jika seseorang memanggil orang yang kusayangi dengan kata, “pagi cinta…, morning be… dll”


ps: sekedar tulisan ringan tanpa makna dan tetaplah koma.

sang pencemburu,

ujexx Lancelot

pagi indah…

ketika kita hanya memiliki satu gelas air, tentunya akan sangat berat jika harus kehilangannya, ketika kita hanya memiliki satu lembar uang, tentu akan sangat terpukul jika uang itu lenyap dari tangan kita, jika kita hanya memiliki satu cinta, tentu akan sangat hancur jika harus melepasnya, tapi jika kita mampu menyadari bahwa cinta Allah tiada terbatas, tiada terkira….

masihkah kita merasa kehilangan?

mari kita renungkan sejenak sobat…

semua yang kita miliki, kekasih yang bagai bodadari, anak anak yang lucu, istri yang cantik, suami yang gagah, harta yang melimpah, jabatan yang tinggi… semua hanyalah titipan yang sewaktu waktu dapat dengan mudah diambil oleh yang memiliki…bahkan nafaspun adalah kemurahanNya

mudah memang menuliskannya, tapi ketika semua itu datang…. berat memang…
dan akupun mengalaminya belum lama ini, sebagai manusia biasa yang penuh dengan kebusukan hati, merasa bersedih sudah pasti, tapi ketika kutengadahkan kepala dan kupenajam mata… aku mampu membuka mata dengan senyuman… senyum terindah yang pernah kulakukan.. seraya berkata “terima kasih ya Allah, Kau memberi hati yang mampu bersyukur dan bersabar… walau kadang terlupa…, jagalah satu satunya yang kumiliki ini…”

tanya dan dia

“aku takkan bertanya lagi tanpa sebuah alasan yang nyata”

kubuka tulisan singkat malam ini dengan gaya huruf tebal dan miring, sebuah penekanan yang sangat nyata. lalu apa maksud dari kalimat diatas? biarlah Allah aku dan dia saja yang tahu sobat.. 🙂

semakin aku bertanya, semakin aku melihat, semakin aku membaca dan semakin aku berfikir hanya membuatku semakin sakit layaknya pengemis yang meminta minta sebuah pengakuan, lucu juga sepertinya, tapi begitulah adanya…

semakin kuhirup nafasku yang ada hanyalah semakin sesak yang kurasa, kufahami semua tapi kutak mampu mengendalikan kebusukan hatiku,

hingga detik ini (pukul 1.07 am) dengan namamu duhai yang maha melihat, kupasrahkan semua padamu, kuyakin apa yang kau ingin adalah yang terbaik, ijinkanlah aku belajar tulus dengan niat hanya mengharap ridhomu, aturlah sesuai maumu.. sesuai kehendakmu… 🙂

ujexx on silent night