kyai dan dosa

Sebelum panjang lebar saya memulai tulisan yang kacau ini, saya hanya ingin menyampaikan bahwa apapun yang akan anda baca pada baris baris selanjutnya adalah hanya pendapat saya saja. Seperti halnya pendapat pendapat yang lain, bisa saja benar dan bisa juga salah karena memang tulisan singkat ini tidak melalui riset/penelitian yang rumit, mendetail dan lama.

Setiap hari kita lihat berita diberbagai media atau mungkin kita jumpai kejadian atau hal hal yang sifatnya buruk, semisal perampokan, pembunuhan, pencurian, perselingkuhan dan masih banyak lagi dan mungkin setiap harinya semakin meningkat. Ironisnya, setiap hari juga kita dijejali dengan berbagai hal yang sifatnya ceramah keagamaan dan petuah-petuah kebajikan baik ditelevisi maupun diberbagai media dan tak ketinggalan diberbagai sosial media. Bisa dikatakan semua hal-hal baik tersebut tak bisa mengatasi kondisi yang terjadi atau setidaknya mengurangi secara nyata.

Ada yang salah?, itu pasti. Lalu apa yang salah? Ya entahlah… 😀

Jika saya mengutip kata-kata kiai itu, mungkin seperti.. Ah sudahlah, saya bahas lain kali saja 🙂

Nah, kembali ketopik diatas kenapa tak berhasil atau setidaknya mengurangi. Salah satu penyababnya adalah adanya komunikasi yang hanya searah, begini maksud saya, hampir semua acara-acara baik itu ceramah keagamaan maupun motivasi hanya menyajikan kata-kata indah dan terkadang menakutkan dari narasumber yang dikutip dari dalil-dalil tanpa ada proses diskusi dan mengajak berpikir ke hal yang paling mendasar dari suatu masalah. Seperti ini contohnya, ‘janganlah mendekati zina karena itu dosa besar dan sangat dimurka Tuhan’ atau ‘jangan mencuri, itu dosa’.
Apa yang terpikir oleh anda jika mendengar kedua contoh diatas?, setuju, Mengiyakan, menganggap bahwa kalimat diatas bagus sekali?

Jika anda mengiyakan atau setuju, maaf sepertinya kita berbeda pendapat. Kalimat diatas menurut saya adalah kalimat yang sangat konyol dan tidak perlu, tidak usah membayar mahal seorang ustad atau motivator jika hanya untuk mendengar kalimat-kalimat seperti itu dan sejenisnya dan mungkin saya yang tak memiliki pengetahuan dan keilmuan apa apa saja sudah cukup dan mahir jika hanya untuk berkata (sok) bijak.
Kenapa? Jawabannya sederhana, tidak usah diberi tahu jika mencuri atau zina itu dosa, melanggar norma agama dan sosial serta hukum, semua orang juga sudah tahu.

Lalu bagaimana pemecahannya? Sayang sekali dengan sangat terpaksa tidak ada! Kita tak akan mampu mengubah segala sesuatu yang seolah sudah menjadi kebenaran secara umum. Yang bisa kita lakukan hanya sebisa mungkin untuk tidak melakukan hal-hal buruk yang saya sebutkan diatas dan jika itu bisa, secara tidak langsung kita sudah berhasil mengubah keadaan 🙂

Maaf tulisan ini terputus karena service motor saya sudah selesai dan hari ini coba saya lanjutkan kembali ternyata tidak sebaik ide saya pada awalnya dan saya kesulitan untuk merangkai kata katanya 🙂 dan saya juga lupa menerapkan mind mapping sebelum menulisnya, ah mind mapping, apa itu? Lain kali kita bahas jika anda tertarik.. Hahaha…

Salam hangat,

ujexx

Advertisements