Rejeki Transaksional?

Rejeki transaksional adalah jenis rejeki dengan kelas terendah.

Kurang lebih begitulah yang kutulis sebagai status facebook beberapa hari yang lalu, tentu bukan tanpa alasan menulis demikian dan yang pasti dengan kemampuanku yang terbatas sangatlah tidak mungkin ide itu muncul dari pikiranku sendiri, jika tak ingin disebut mengutip mungkin bisa disebut terinspirasi. Terinspirasi darimana atau oleh siapa, apakah itu penting? Atau lebih penting dari apa yang kutuliskan tersebut?

Dari apa yang pernah aku tahu ada beberapa jenis rejeki, benar atau salah silahkan dicari sendiri dalil, fatwa atau apapun sebutannya untuk mengiyakan maupun membantah apa yang kutuliskan itu.

Rejeki transaksional, dari sebutannya sudah jelas bahwa sumber rejeki tersebut merupakan hasil dari transaksi, transaksi yang seperti apa? Ada banyak contohnya, misalnya rejeki dari hasil transaksi jual beli dengan harga yang disepakati, contoh lain adalah gaji yang diterima oleh para pekerja, gaji yang diterima adalah kesepakatan antara sang pemberi kerja sebagai pemberi gaji dengan pekerja sebagai penerima gaji. Pemberi kerja bisa saja pemerintah, perusahaan atau perorangan dan masih banyak contoh lainnya, selama rejeki didapatkan dengan cara kesepakatan antara kedua belah pihak yang mempunyai urusan termasuk kedalam rejeki transaksional.

Yang kedua, rejeki karena kebutuhan yang mendesak/terpaksa, misalnya ketika ada seseorang yang sangat membutuhkan uang dan dengan sangat terpaksa ia harus menjual sesuatu yang dimilikinya dengan nilai yang lebih rendah dari nilai barang/jasa yang ditawarkan.

Jika contoh diatas masih terlalu cair mari kita padatkan sedikit agar lebih jelas.

Bayangkan orang yang Anda sayangi tiba-tiba sakit keras, bayangkan Ibu Anda sakit, Anak Anda sakit, Istri Anda sakit, Suami Anda sakit… Bayangkan siapapun yang Anda sayangi sakit keras dan sangat memerlukan penanganan dokter sesegera mungkin. Sementara Anda tak punya uang untuk biaya berobat dan satu-satunya harta yang mungkin bisa menyelamatkan nyawanya adalah mobil kesayangan Anda, sementara mobil itu adalah harta satu-satunya yang Anda gunakan untuk menopang kebutuhan hidup Anda dan keluarga Anda.

Dengan berat hati Anda harus menjual mobil tersebut sesegera mungkin, karena Anda sudah tak punya banyak waktu lagi Anda terpaksa menjual mobil itu dengan harga yang sangat murah.

Bagi yang membeli mobil Anda mungkin itu sebuah rejeki karena mendapatkan harga dibawah harga pasar/ harga rata-rata. Tapi rejeki itu, rejeki orang butuh, orang terpaksa. Apakah itu sah? Apakah itu halal? Silahkan dicari sendiri data-data yang menguatkan maupun melemahkan.

Yang ketiga adalah rejeki berkah, rejeki yang mungkin nilainya tak besar tapi penuh dengan keberkahan, rejeki yang memberi kebahagiaan bagi penerima rejeki dan perantara pemberi rejeki. Mungkin juga bisa malah lebih besar dari yang semestinya…

Tanpa mengurangi rasa homrat dan tanpa bermaksud mengajari. Saya berikan sedikit contohnya.

Bayangkan Anda seorang pebisnis yang menjual barang. Suatu kali ada seorang pembeli yang sangat puas dengan pelayanan dan barang yang Anda jual. Karea merasa puas dengan apa yang Anda berikan, pembeli tersebut menceritakan pengalamannya berbisnis dengan Anda kepada teman-temannya, selain itu dia juga melakukan pembelian selanjutnya kepada Anda dan sebagai rasa terima kasih atas pelayanan Anda, dia memberikan uang melebihi dari harga yang Anda jual. Lebih itulah rejeki berkah… Keberkahan yang membahagiakan antara pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

Mungkin apa yang kutuliskan terlalu sempit, ketika bicara rejeki terlalu terfokus pada uang atau harta padahal rejeki sendiri ada banyak jenis dan macamnya, tapi pada prinsipnya jika proses mendapatkannya seperti contoh-contoh diatas mungkin bisa dikategorikan kedalam salah satu jenis rejeki diatas, matur nuwun.

Ujexx, Yogyakarta 27/8/2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s