Biarlah …

Semalam, selepas sahur ntah kenapa ada keinginan yang besar sekali untuk melihat tayangan sinetron ramadhan yang menurutku pribadi tetap menjadi sinetron terkeren sepanjang masa, dibawakan dengan sederhana oleh para pemainnya dan sangat manusiawi tidak seperti sinetron remaja pada umumnya yang terlalu kaku dan sangat terkesan dibuat-buat. Para Pencari Tuhan, ya itulah judul sinetronnya, yang saat ini sudah memasuki cerita yang ke-empat, memang cerita yang disampaikan sudah tidak semenarik dibanding cerita yang pertama, tapi tetap saja memberkan warna yang berbeda dari sinetron yang menjamur ditelevisi nasional pada umumnya.

Disalah satu adegan, dimana aya yang diperankan oleh zazkia adya meca, hmm.. nama yang memiliki arti indah, “sebuah taman dikota mekkah”, semoga ahklaknya seindah namanya, amin, tapi jujur saja nama itu tak seindah nama bidadariku yang saat ini sedang sibuk dengan kegiatannya :), ok, kembali ke topik, diadegan tersebut Aya mengucapkan sesuatu kepada suaminya Azzam yang diperankan oleh agus kuncoro, dimana saat itu Azzam baru selesai berbicara melalui telpon dengan Pak Jalal yang dalam telpon tersebut Pak Jalal mencoba meminta saran kepada Azzam atas cobaan yang dia alami, yaitu usahanya gulung tikar dan mungkin akan menjadi orang termiskin dikampung tersebut.

“ngga ada jalan terbaik selain jalan Agama, biar Allah yang membimbingnya”

Begitulah kira-kira yang dikatakan Aya dalam adegan tersebut, sebuah kalimat sederhana, tidak bertele-tele dan menggunakan bahasa yang mudah difahami. namun jika kita renungkan sejenak, betapa dalam makna kalimat tersebut, mari kita jujur saudaraku, berapa kali dalam setiap nafas yang kita hembuskan dalam 24 jam, kita mengingat Tuhan dan menyerahkan segala urusan kita kepada Tuhan. mungkin banyak diantara kita, banyak yang mengatakan jika susah pasti akan ingat Tuhan, tapi benarkah demikian? ketika kita sedang kesusahan, kebesaran Tuhan yang kita ingat pertama kali, jika kita mau jujur, mungkin jawabannya adalah bukan! bukan kepadaNya kita berserah.

Tidak percaya?

Mari kita ambil contoh sederhana, jika salah satu orang yang paling kita sayangi, misalnya kekasih hati (kuambil contoh kekasih, karena aku sendiri belum mempunyai anak maupun istri, takutnya menjadi fitnah jika menuliskan demikian šŸ™‚) mendadak sakit, apa yang pertama kali kita ingat? Allah? Tuhan Semesta Alam? aku yakin tidak :), yang terlintas pertama kali dalam benak kita, tidak jauh jauh dari dokter atau obat, setelah kedua hal itu tidak atau belum berjalan sesuai harapan kita, barulah kita ingat Tuhan, ya tidak? berani jujur?

Kembali pada kalimat singkat yang diucapkan Aya, mungkin semua hal akan bermula dan berrakhir dengan indah jika kita semua mampu menjadikan Tuhan sebagai pembimbing kita, baik itu hal yang berkaitan dengan keluarga, sahabat, cinta dan sekitarnya, dan berbicara mengenai cinta, semua pasti indah jika tetap dilakukan dijalan agama, apapun itu bentuknya tentu tidak ada fihak yang menyakiti dan tersakiti… semua indah… šŸ™‚

Hmm… sepertinya sudah terlalu panjang aku menulis sesuatu yang tidak jelas ini, daripada membosankan, sebaiknya aku akhiri saja, tapi tunggu sebentar… pernah mendengar lagu yang berbunyi kurang lebih seperti ini, “jangan sampai itu terjadi, atas nama cinta.. demi nama cinta”, lagu yang menarik dan penuh makna juga sepertinya, next timelah aku tulis jika sempat dan berminat :), akhir kata, mari kita belajar memohon bimbingan Allah, Tuhan Semesta Alam.

yang slalu mengingat Allah pada urutan terakhir setelah mengingat dan berharap pada makhlukNya,

ujexx lancelot

Advertisements

2 thoughts on “Biarlah …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s