Tua atau menuakan..?

Sebelum aku bercerita panjang lebar dan entah berakhir seperti apa tulisan ini, dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan sedikitpun! jika Allah mengizinkan, suatu saat “kamu” yang aku maksudkan dalam tulisan ini pasti akan membacanya… jika Allah mengijinkan.

beberapa jam yang lalu, seseorang mengatakan “kamu menuakan diri, itu yang kulihat…”, kucoba tanyakan tapi ngga ada jawaban yang pasti, dan aku rasa percuma saja aku tanyakan walau sampai mulutku berbusa-busa, mungkin kamu juga ngga akan menjelaskan jawabannya… namun satu hal yang pasti yaitu Allah tidak mengizinkan, itu saja. lalu apakah semua ini penting sampai kutulis, jawaban penting atau tidak itu bukan jadi soal utama tapi yang pasti sedikit kata itu sangat mengganjal dalam hatiku dan meninggalkan berjuta pertanyaan.

terkadang kamu juga mengatakan,“ah kamu tuh lahir tahun 87 aja”, sebaris kata singkat yang membuatku geli, gimana ngga? bilang lahir tahun 85 aja pada ngga percaya kok malah dibilang 87.. aneh bin ajaib.

satu kata singkat lagi yang sejujurnya sangat kubenci dengan sepenuh hati, jiwa dan ragaku, yaitu “Le..”, usia kita memang beda, hanya saja aku rasa kamu belum pantas mengucapkan kata itu!, kamu masih terlalu muda untuk memanggilku seperti itu,  pernah kucoba abaikan semua sms dan telponmu tapi sepertinya kamu ngga merasa, ngga merasa jika aku tak suka dengan sebutan itu, tapi ngga apalah, aku tahu kamu ngga bisa membaca hati dan fikiranku dengan pasti seperti halnya aku ngga bisa melakukan hal yang sama padamu.

kembali ke “Menuakan diri”, ada banyak pertanyaan dan jawaban yang kureka reka dalam otak dan hatiku.

apakah karena kata-kataku?
apakah karena tingkah lakuku?
apakah karena sikapku?

segala macam apakah diatas sebenarnya ingin sekali kujabarkan satu persatu disini, tapi lebih bijak jika itu ngga aku lakukan, akan ada terlalu banyak manipulasi, kebohongan dan kebusukkan jika aku jelaskan dan cukuplah kamu rasakan, walau ngga dapat dipungkiri bahwasannya semua orang hidup dalam manipulasi dalam setiap langkahnya, yang membedakan adalah terletak pada positif dan negatifnya dan semuanya akan menjadi sebuah kebiasaan, itulah yang disebut “berproses”

tanpa bermaksud membela diri atau apalah kata yang tepat untuk menyebutkannya, aku hanya bisa menuliskan, yai itulah aku.. aku dengan segala kelemahanku, aku dengan segala kebodohanku, kebusukkanku, kekonyolanku, kekerdilanku, aku yang apa adanya bukan aku yang apa apanya ada.

seperti halnya semua ini hanya aku tuliskan dan ngga aku katakan, mungkin suatu saat Allah yang menggenggam hatiku dan hatimu mengizinkan kamu untuk berkomentar dan memberi jawaban disini juga.

*lucu juga ketika aku membaca dari awal sampai kalimat ini, konyol dan kenakan-kanakan sepertinya, tapi… ya itulah aku dengan segala kejujuranku menuliskannya, aku dengan segala ke-aku-anku diatas.

ketika aku terbangun dan bertanya,

ujexx lancelot

Advertisements

4 thoughts on “Tua atau menuakan..?

  1. tua, muda menurutku bukan sebuah alasan yang tepat namun kedewasaanlah yang lebih penting dibandingkan kedua kata itu. 🙂

  2. tuliasannya manteb bro,
    kalo insan yang di maksud baca tulisan ini harusnya merasa tuh. . . piss ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s