maaf aku lupa…

“Obat lupa yang paling ampuh adalah  maaf dan mengakuinya”

Mungkin kalimat diatas lebih tepat jika masuk dalam kategori “kata sakti ala ujexx”, yaitu rangkaian kata-kata aneh, menggelikan, bodoh, konyol, kekanak kanakan, lucu dan tak beraturan, yang mudah mudahan belum pernah terfikir atau setidaknya belum pernah diucapkan oleh orang lain sehingga masih relevan jika disebut kata sakti ala ujexx.

Berbicara mengenai lupa, marilah sejenak kita merenung sobat…
Sudah berapa kali kita menyakiti hati orang orang terdekat kita, orang tua, saudara, sahabat dan orang terkasih?

Sekali lagi mari kita renungkan sobat…

Pernahkah kita berjanji pada seseorang dan ternyata karena hal hal tertentu, secara tidak sengaja mengakibatkan janji yang sudah kita sepakati menjadi terlupa.

Jika berbicara manusia dalam konteks ketuhanan, dimana manusia sangatlah lemah dan tiada daya tanpa kuasa Tuhan, tentunya lupa menjadi hal yang sangat wajar bagi kita dan jika dilihat dari segi ilmu pengatahuan pun masih wajar jika lupa itu terjadi, mengingat kemampuan otak manusia dalam mengingat sesuatu sangatlah terbatas apalagi jika kita harus mengingat berbagai macam hal dalam waktu yang bersamaan.

Masih wajar bukan?

Yang menjadi masalah adalah bukan pada ke-lupa-an itu tetapi lebih pada penyikapan kita terhadap hal tersebut dimana ketika manusia dilihat dari segi kebersihan hati dan jiwa,  yang bersinggungan langsung dengan etika manusia itu sendiri, secara kodrati dalam berhubungan dengan lingkungan sekitar dan sesama.

Ketika lupa itu terjadi, yang biasa kita lakukan adalah “bersembunyi dibalik alasan” untuk menutupi kesalahan itu, bukan mengakuinya dan meminta maaf dengan sungguh sungguh dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi, padahal jika kata maaf dan pengakuan itu kita sampaikan, sedikit banyak akan lebih bisa menyelesaikan masalah dan membuat suasana yang tadinya kacau menjadi sedikit lebih tenang, damai dan nyaman.

Cukup sederhana bukan sobat?

Tapi aku yakin hal tersebut sangatlah susah untuk kita lakukan atau mungkin lebih tepatnya susah kulakukan…

Maaf kemarin aku lupa jika sehari sebelumnya telah berjanji menyanggupinya,

ujexx lancelot

Advertisements

4 thoughts on “maaf aku lupa…

  1. Maaf kemarin aku lupa jika sehari sebelumnya telah berjanji menyanggupinya, >>

    tapi kadang aku malah marah nek orang yg berjanji bilang seperti itu. Keliatannya aku ndak penting bgd sampai2 mudah dilupain.

    yaaa..kadang siihhh…tergantung siapa yang janji, buat apa janji, dan seberapa pentingnya janji itu 😀

    • hmm… kalimat terakhirku sebenarnya adalah salah satu solusi saja seperti yang aku tuliskan diatas….

      ada kiat kiatnya ast untuk menjadi orang penting, penting seperti konteks yang kamu maksudkan… 🙂

      dan jawaban tentang arti pentingnya seseorang sebenarnya tersembunyi dikalimat terakhirmu itu.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s