Mungkin “dia” wanita sempurna? part. II

Setelah tertundanya pada tulisan pertama dan atas desakan beberapa sahabat yang ingin mengtehahui sosok “wanita sempurna” menurut persepsi
U jexx Lancelot maka malam ini kucoba lanjutkan.

Percakapan mengenai wanita ini terjadi dimalam pergantian tahun baru 2010
setelah pesta yang mungkin lebih tepatnya kusebut
“pesta terakhir mengenang dinding dinding gua terjal yang menakutkan”.

Malam itu, dalam suasana yang mendung dan perlahan lahan mulai sunyi, ketika aku sedang duduk sendiri melawan dinginnya angin malam yang ditemani beberapa batang rokok, seorang sahabat mendekat dan mulai berbicara tentang kedua sahabatnya
yang lain. Tanpa kami sadari percakapan kamipun semakin jauh
dan semakin dalam, mulai dari kondisi finansial, karakter
dan berujung pada kehidupan rumah
tangga kedua orang tersebut.

Dalam cerita tersebut sahabatku berkata bahwa kedua sahabatnya
tersebut banyak memiliki kesamaan dalam hal
Romansa, keduanya bisa dikatakan sebagai seorang
Natural Master dalam hal romansa, tapi semuanya berubah dan
berbanding terbalik diantara keduanya ketika mereka sudah memasuki  pernikahan.

Sebut saja A sebagai orang pertama, mendapatkan istri
yang cantik, sexy, anggun, langsing dan masih banyak lagi
kesempurnaan fisik lain yang dimilikinya. Sementara B
yang sebagai orang kedua hanya mendapatkan istri yang secara fisik bisa
dibilang biasa saja, jauh dari wanita wanita yang pernah
mengsisi hidupnya dan jauh dari kesan kesan yang
dimiliki oleh istri sahabatnya A.

Kamipun terdiam sejenak, sambil menghisap sebatang
rokok yang mulai terasa panas diujung jariku, aku berfikir dan berkata
dalam hati,’B kurang beruntung, memiliki reputasi sebagai seorang natural tapi memiliki pendamping biasa sepanjang hidupnya’.

Sahabatku mulai melanjutkan ceritanya kembali
dan ternyata dugaanku salah besar.
B sangat bersyukur akan pendamping hidupnya, Sementara
sahabatnya A yang memiliki istri yang secara fisik jauh diatas istri B
malah merasa tidak bahagia, yang ada hanya keributan dalam rumah tangganya karena mendapatkan istri yang cantik namun sayang kecantikan
tersebut tidak diimbangi oleh kecantikan
hatinya.

Sedangkan B sangat menikmati kehidupan rumah tangganya
dan tak pernah lepas dari rasa syukur kepada
yang memiliki segalanya di alam semesta ini karena telah
dipertemukan dengan sesosok wanita, wanita yang taat, shaleh, lembut
dan penuh pengertian terhadapnya.

sahabatku menambahkan ceritanya, ketika B
pulang kerja dan membawa rezeky yang banyak istrinya selalu
bersyukur karena telah diberikan pemimpin yang bertanggung jawab
dalam rumah tangganya, dan ketika pulang dengan
rezeky yang kurang atau malah tidak sama sekali, istrinya selalu mendoakan
semoga esok suaminya diberikan rezeky yang
melimpah, dalam hati aku terkejut, kukira hal semacam itu hanya terjadi
dalam dongeng dan cerita tapi ternyata masih ada
didunia nyata ini yang telah dipenuhi oleh faham faham hedonis dan materialis.

Masih banyak lagi yang kami bicarakan tentang “Dia” dimalam dingin itu dan aku hanya bisa berkata lirih “Dialah wanita sempurna”, yang semuanya tidak
mungkin aku ceritakan disini.

Masih adakah wanita wanita sempurna dimuka bumi ini?


Yang sedang menjemput “Dia” wanita sempurna,

U jexx Lancelot



Advertisements

2 thoughts on “Mungkin “dia” wanita sempurna? part. II

  1. betul broo,,

    apa lagi klo istrinya cantik dan tidak bekerja ~.~

    slow dan mudah dipahami 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s