Dialah sang Legenda

Tahukah anda beberapa puluh tahun yang lalu lahirlah seorang bocah laki laki yang lucu disebuah kota kecil dipinggiran pantai yang indah.

Terlahir sebagai anak tunggal ia sangat disayang oleh kedua orang tuanya, hari demi hari ia lalui dengan penuh suka cita, ketika ia tumbuh menjadi seorang bocah yang lucu ia dan beberapa sahabatnya membentuk sebuah gang yang ia beri nama sebuah suku indian. setiap hari ia dan teman temannya bermain sepeda bersama sama.

Walau terlahir sebagai anak tunggal dan disayang oleh kedua orang tuanya tetapi ia tidak pernah dimanja dan bisa dibilang dididik dengan disiplin, sehingga ketika ia menangis, ayahnya selalu memarahinya dan berkata “laki laki ngga boleh cengeng”, dan iapun tumbuh menjadi remaja yang disiplin dan tangguh.

Ketika beranjak remaja ia mulai dikenal oleh banyak orang dinegaranya karena prestasinya yang sungguh mencengangkan banyak orang, sebagai sosok remaja yang serius didalam pekerjaannya yang penuh dengan resiko tinggi ternyata ia adalah type remaja yang sangat periang dan terkesan asal bicara ketika berkomunikasi dengan lawan lawan didalam perkerjaannya dan tidak jarang perkataannya tersebut memancing emosi lawan lawannya.

Bahkan sering kali ucapannya tersebut masih tersimpan didalam kepala lawan lawannya sehingga ketika harus menghadapinya, lawan lawannya tersebut kehilangan konsentrasi pada pertandingan dan lebih memikirkan ucapan remaja tersebut yang justru berakibat buruk pada hasil pertandingan.

Puncak dari kekesalan lawannya adalah tahun 2001, setiap kali mereka bertanding lawannya hanya memikirkan bagaimana caranya mengalahkannya, sedangkan remaja tersebut hanya santai dan hanya berfokus pada hasil pertandingan. terbuktilah semuanya…. lawannya semakin kesal dengan ucapan ucapannya yang menyebabkan hasil pertandingan semakin buruk dan remaja tersebut pulang dengan membawa tropi piala dan nama besar.

Kejadian itu terulang kembali ditahun 2004 dan 2005, Di tanah kelahiran lawannya, ketika mereka sedang bertanding, menjelang akhir pertandingan remaja tersebut yang saat itu telah menjadi pemuda yang semakin matang baik dalam skill dan penguasaan emosi melakukan satu trik yang sangat cerdik dan iapun menjadi pemenang. namun apa yang terjadi dengan lawannya..? yang pasti semakin marah dan emosi dibuatnya.

Ditahun 2008, ketika ia dibilang sudah tidak produktif lagi dan banyak yang beranggapan bahwa era keemasannya telah habis ia dipaksa menghadapi lawan yang jauh jauh lebih muda.

Namun apa yang terjadi?

Di dua pertiga perlombaan ia melakukan trik yang sangat cantik yang membuat lawannya yang jauh lebih muda merasa kerepotan menghadapinya. trik itu membuat lawannya terpancing emosinya, bahkan seusai perlombaan, lawannya tersebut menolak ketika diajak berjabat tangan.

Apakah dengan kejadian itu ia merasa terganggu?

Jawabannya adalah tidak. ia tahu itu dunianya dan ia yakin bahwa yang ia lakukan adalah benar dan dengan senyum khasnya ia melangkah pasti.

Siapakah dia?

Si jenius yang fenomenal yang mampu merubah sejarah,
Yang terlahir memiliki talenta yang susah untuk disamakan dengan yang lain
Yang selain memiliki SKILL DIATAS RATA RATA TETAPI JUGA MAMPU MEMANCING DAN MEMAINKAN EMOSI lawan lawannya.

Dialah Valentino Rossi.

Lalu apa yang ingin aku sampaikan darii kisah diatas?
jawabannya singkat : EMOSI.

Valentino Rossi tidak hanya jago dalam membawa motornya tetapi ia juga jago dalam memainkan emosi lawan lawannya, Max Biaggi, Sete Gibernau dan Casey Stoner adalah contoh beberapa orang yang terpancing emosinya yang menyebabkan mereka tampil buruk dalam balapan sedangkan dia tidak terpengaruh oleh ucapan ucapan mirin lawan lawannya, ia hanya fokus untuk meraih KEMENANGAN.

Masih berbicara tentang EMOSI membuatku teringat akan kata kata seorang sahabatku Galih Tatak, dengan bijak dia berkata “Semua komunikasi yang dilakukan dalam dunia maya khusunya Facebook, semuanya hanya berupa media TEXT yang tanpa disertai ekspresi dan intonasi yang langsung dapat dimengerti oleh penerima atau lawan bicara sehingga terkadang menimbulkan salah persepsi bagi penerimanya, tidak jarang dapat menimbulkan perselisihan, permusuhan dan pertengkaran”.

Yang terkadang Emosi.

U jexx Lancelot

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s